Eksotika Pantai Pulau Manuk Yang Menyimpan Berjuta Keindahan

Profil Pulau Manuk
PROVINSI
: Banten
KABUPATEN
: KAB. LEBAK
KECAMATAN
: Bayah
DESA
: -
LUAS
: 0.006 km2
LETAK GEOGRAFIS
: 6° 58' 18'' LS 106° 15' 43'' BT
REGULASI
: -
INFORMASI UMUM :
Pulau berpantai karang terjal dengan vegetasi tanaman rambat dan tanaman perintis.
DEMOGRAFI DAN SOSIAL BUDAYA :
Pulau tidak berpenduduk. Hanya 6 km dari Terminal Bayah atau 2 km dari Pantai Karang Taraje.
POTENSI SUMBERDAYA ALAM :
Menjorok ke arah laut terdapat pulau karang dimana banyak burung bertengger dan istirahat di sana serta bentuk pulaunya seperti burung, sehingga pulau ini dinamakan Pulau Manuk (dalam bahasa Sunda artinya burung).
PENGEMBANGAN :
Pesona Pantai yang indah dihiasi dengan hamparan karang yang luas memberikan daya tarik yang unik, kita bisa menyaksikan karang yang sangat besar, pulau ini banyak didatangi burung yang mempesona sehingga sangat cocok bagi yang menyenangi kegiatan fotografi. Tidak jauh dari Pantai Karang Taraje Lebak, hamparan pasir putih menghiasi seluruh pantai. Pesisir yang luas dan landai dengan ombak yang tenang, aman untuk berenang maupun berselancar.
REFERENSI :
Buku Direktori Pulau Di Provinsi Banten Tahun 2012





Daya Tarik Fisik
Pulau Manuk merupakan pantai yang memiliki pasir putih dan bentangan karang besar dengan ombak yang tenang (Gambar 10). Penamaan Pulau Manuk berasal dari jenis burung yang bersarang dan berkembang biak di pulau karang. Pada pulau karang tersebut terdapat burung jenis Kuntul. Pulau Manuk menawarkan potensi wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam, berenang dan memancing. Pulau Manuk terletak 7 km dari kantor Kecamatan Bayah dan dapat ditempuh selama 20 menit menggunakan minibus (mobil colt), angkutan desa dan ojek. Pulau Manuk dibuka untuk pengunjung setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB. Harga karcis masuk Pulau Manuk sebesar Rp. 3.500. Kepadatan pengunjung di Karang Taraje terjadi pada hari libur nasional dan setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu).

 Daya Tarik Biologi
Jenis tumbuhan yang terdapat di Pulau Manuk meliputi Terap (Artocarpuselasticus), Jabon (Anthocephalus cadamba), Rasamala (Altingia exelsa), Tariti, Cantigi (Gaulsharia fragantisisima), Ki hujan (Agathis borneensis), Huru (Macaranga rhizinoides), Jati (Tectona grandis), Mahoni (Swetenia mahagoni), Akasia (Accacia mangium), Damar (Agathis damara), Ketapang (Terminaliacattapa), Puspa (Schima wallichii), Kelapa (Cocos nucifera) dan Pandan (Pandanus odora). Jenis satwaliar yang terdapat di Karang Taraje meliputi burung Kuntul karang (Egretta sacra), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Trachypithecus auratus) dan Babi hutan (Sus scrofa

Daya Tarik Sosial Budaya
Masyarakat di sekitar kawasan wisata Pulau Manuk memiliki kerajinan tangan dan kesenian yang khas. Kerajinan tangan yang adalah membuat makanan khas berupa sale pisang, keripik pisang dan gula aren. Kesenian yang khas adalah “kedok kojor golok” ( pentas adu golok).

Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang terdapat di Pulau Manuk meliputi toilet, pos jaga, papan nama lokasi, pintu gerbang, shelter (tempat istirahat) dan warung makanan (Gambar 12). Sarana dan prasarana yang belum ada di Pulau Manuk antara lain tempat ibadah, penginapan, jalan setapak, pusat informasi bagi pengunjung.

Aksesibilitas Kawasan
Kawasan wisata alam Pantai Pulau Manuk dapat ditempuh melalui jalan darat dan dapat ditempuh lewat kota-kota besar, diantaranya yaitu:
1. Jakarta - Serang - Malingping - Bayah - Pulau Manuk
Rute perjalanan ini dapat ditempuh selama 4 jam. Kondisi jalan menuju obyek wisata berupa jalan aspal.
2. Jakarta - Balaraja - Maja - Rangkasbitung - Malingping - Bayah – Pulau Manuk
Rute perjalanan ini dapat ditempuh selama 5 jam. Kondisi jalan menuju obyek wisata alam berupa jalan aspal yang banyak mengalami kerusakan yaitu berupa jalan berlubang.
3. Jakarta - Bogor - Pelabuhan Ratu - Bayah - Pulau Manuk
Rute perjalanan ini dapat ditempuh selama 6 jam. Kondisi jalan menuju obyek wisata berupa jalan aspal yang berkelok.
4. Jakarta - Bogor - Leuwiliang - Rangkasbitung - Malingping - Bayah - Pulau Manuk
Rute perjalanan ini dapat ditempuh selama 5 jam. Kondisi jalan menuju obyek wisata alam berupa jalan aspal yang banyak mengalami kerusakan yaitu berupa jalan berlubang.
5. Jakarta – Pandeglang – Rangkasbitung – Saketi – Malimping – Bayah – Pulau Manuk
Rute perjalanan ini dapat ditempuh selama 5 jam. Kondisi jalan menuju obyek wisata alam berupa jalan aspal yang banyak mengalami kerusakan yaitu berupa jalan berlubang.

KENDALA YANG DIHADAPI
Sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang berada disepanjang pesisir pantai pulau manukn ini tidak memiliki akses untuk penerangan, di daerah sepanjang pantainya belum tejamah oleh listrik, dan hal ini berakibat pada proses pengembangan wilayah kawasan di daerah ini, jika sudah begini maka kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah, dalam hal ini memang pemerintah yang bertanggungjawab dalam setiap masalah sarana dan prasana umum disuatu wilayah, jika melihat kondisi alam di Kecamatan Bayah ini maka sangat berpotensi untuk dikembangakn secara berkala dan berkelanjutan.
Akses jalan untuk menuju daerah ini bisa dikatakan cukup mendukung coba saja tengok 5 rute diatas yang merupkan akses jalan yng bisa dilalui dari 5 titik untuk menuju ke Pulau Manuk, namun tidak semua jalur tersebut berkondisi jalan mulus dengan aspal yang masih bagus ada beberapa titik yang berlubang dan perlu dikatahui bahwa akses jalan untuk menuju Pulau Manuk itu hanya ada 2 lajur dan itu pun dengan kondisi jalanan yang relatif kecil, saya rasa tidak bisa dilewati oleh mobel yang terlalu besar seperti bus yang ukurannya maksimal, dengan kondisi seperti ini maka perlu adanya perbaikan jalan yang harus segera dilakukan untuk mendukung pengembangan potensi wisata di Kecamatan Bayah, khususnya akses ke pulau manuk, karena jika kita melihat dari sekaian banyaknya potensi yang ada ditempat ini maka bukan tidak mungkin suatu saat nanti tempat wisata di Bayah akan berkembang dengan pesat dikalangan wisatawan local bahkan wisatawan mancanegara.
Di pesisir Pulau Manuk tidak ada penginapan, hal ini menjadi kendala tersendiri untuk proses penumbuhkembangan wisata ini, karena sangat tidak memungkinkan jika kita berlibur ke daerah pantai hanya setengah hari saja, pasti kita ingin menikmati eksotika pemandangan pantai di siang dan malam hari, maka penginapan mutlak diperlukan disini, untuk mewujudkan mimpi adanya penginapan di daerah ini maka harus ada yang menggerakan untuk berinvestasi di tempat ini, karena warga local disini tidak mengetahui potensi yang dimiliki oleh Pulau Manuk dan tempat wisata lain di Kecamatan Bayah yang sangat berpotensi untuk dikembangakan dan dijadikan investasi, perlau adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan warga setempat serta harus adanya investor yang mau menanam mmodalnya disini, dengan adanya berbagai pontensi yang dimiliki dan berbagai kendala yang dihadapi oleh Pulau Manuk maka saya berharap Pulau Manuk dapat segera dikenal para wisatawan lokal atau bahkan wisatawan mancanegara.


ARAH PENGEMBANGAN KAWASAN
Kawasan ini banyak menyimpan pesona keindahan alam yang eksotis, diantara daya tarik fisik yang tidak aka nada di daerah lainnya, karena perlu diketahui bahwa Pulau Manuk ini merupakan pulau yang tidak berpenghuni dan luas areanya pun tidak lebih dari 0.006 km2 dinamakan Pulau Manuk karena di pulau ini selalu banyak burung laut yang singgah sehingga oleh masyarakat sekitar dinamakan Pulau Manuk, (Manuk) sendiri dalam bahas Indonesia berarti burung.
Karena adanya berbagai potensi yang dimiliki oleh pulau ini maka kawasan Pulau Manuk ini sangat cocok dikembangkan ke arah pariwisata, namun dalam pengembangnya perlu adanya berbagai perbaikan diantaranya akses jalan yang harus segera dibenahi, akses listrik yang masih belum ada di pesisir pulau ini, dan belum adanya penginapan, hal ini menjadi PR untuk pemerintahn setempat dan warga masyarakat disana untuk melakukan pembenahan kawasan ini, dan juga perlu adanya sosialisasi terhadap masyarakat luas tentang eksotika pantai ini, karena kebanyakan masyarakat biasanya lebih mengenal Pantai Anyer, ataupun Pantai Carita yang sudah banyak dikenal masyarakat, padahal di daerah Banten ini masih banyak potensi pariwisata yang masih belum banyak dikenal dan memiliki keindahan alam yang bagus.


Sumber :









PETA GLOBAL WUJUD GLOBALISASI DUNIA PEMETAAN

Mudik, plesiran, jalan-jalan ataupun apa namanya selalu melibatkan perjalanan dan tidak jarang muncul permasalahan mencari arah atau kebutuhan informasi geospasial tempat-tempat yang dituju. Jika kita mencari informasi ini dalam peta-peta konvensional ataupun peta digital produk lokal/nasional seringkali berujung pada kekecewaan. Informasi yang kita cari susah ditemukan, kalaupun akhirnya menemukannya ternyata harus melalui kerja keras dan harga yang cukup mahal.
Permasalahan ini dapat diatasi dengan memanfaatkan peta global, misal: Google Earth dan Microsoft Encarta. Kita bisa terbang kemana saja di atas permukaan bumi dengan sangat cepat tanpa melakukan kunjungan yang sesungguhnya ke tempat yang dimaksud. Kita bisa memandang tempat yang kita tuju dari ketinggian berapapun yang kita suka. Selanjutnya jika diperlukan informasi lain (misal toponimi, sejarah, pemerintahan, suhu dsb) Microsoft Encarta dapat dipakai untuk mendapatkan informasi yang dimaksud.
Selanjutnya, jika kita membutuhkan informasi ketinggian topografi, maka kita dapat menggunakan data The Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) atau ETOPO-2. Apabila ingin membuktikan atau mengetahui posisi secara real time, kita dapat menggunakan peralatan Global Positioning System (GPS).
Para ilmuwan banyak memanfaatkan peta global ini dalam melakukan presentasi ilmiahnya. Demikian juga media masa mulai banyak menggunakan peta global untuk memperjelas lokasi kejadian secara geospasial sehingga lebih menarik untuk pembaca.
Pendek kata, era globalisasi dunia pemetaan kini telah nyata dimulai dengan hadirnya peta-peta global yang mampu menarik banyak pengguna dari berbagai kalangan, bahkan dengan harga yang relatif terjangkau. Inilah kenyataan, bahwa peran peta lokal/nasional baik yang konvensional maupun digital mulai tergeser. Bagaimana dengan 10 tahun mendatang? atau 20 tahun mendatang? Pertanyaan ini perlu dipersiapkan oleh industri-industri pemetaan lokal/Nasional, termasuk BAKOSURTANAL perlu memikirnya dengan baik.
Google Earth (http://earth.google.com)
Mimpi yang menjadi kenyataan. Itulah komentar banyak orang setelah memakai dan menjajal kemampuan Google Earth. Ketika masa kanak-kanak, mungkin kita sempat mempunyai mimpi untuk bisa terbang ke udara melihat keindahan kota atau tempat-tempat tertentu dari ketinggian berapa saja yang kita inginkan. Mimpi itu secara virtual kini terwujud ketika kita melakukan tour dengan google. Di tempat-tempat tertentu bahkan telah disertai dengan peta vektor beserta toponiminya. Bisa jadi, dalam 10 tahun mendatang seluruh muka bumi dapat diliput dengan citra ketelitian tinggi. Gambar 1. menunjukkan Istana Merdeka dan sekitarnya di Medan Merdeka Utara dilihat dari ketinggian 1 km.

Terkait isinya, Google Earth merupakan program virtual berisi beragam peta dari seluruh wilayah di muka bumi. Citra peta ini didapat dari citra satelit, foto udara dan penerapan teknologi Sistem Informasi Geografi. Teknologi Google Earth banyak digunakan untuk membantu berbagai kegiatan pekerjaan seperti penyajian informasi pada saat pembuatan perencanaan, juga membantu memecahkan masalah yang berkaitan kekacauan teritorial. Google Earth juga bisa digunakan untuk membantu membuat keputusan mengenai lokasi perumahan baru. Informasi bisa ditampilkan secara ringkas dan jelas berupa gambar peta, yang flexibel.

Citra dengan resolusi tinggi yang disajikan Google Earth beserta informasi koordinatnya, membuat orang bertanya-tanya: “Masih adakah tempat rahasia di muka bumi ini?”. Untuk keperluan intelejen dan militer, Google Earth sungguh sangat banyak membantu. Akan tetapi sesuatu yang dulunya hanya diketahui oleh para intelejen, kini masyarakat umum dengan sangat mudah untuk mendapatkan informasi itu.
Dengan tampilan yang berbeda, Microsoft Encarta memberikan sajian menarik pula. Dengan sistem software yang disiapkan, kita dengan cepat dapat mencari lokasi geografis yang kita inginkan di seluruh permukaan bumi. Software ini bahkan menyediakan sistem enciklopedi dengan sangat luas. Kondisi penduduk, pemerintahan, keadaan cuaca, agama, etnis, sejarah, tempat-tempat penting dan lain-lainnya dapat kita dapatkan dalam Microsoft Encarta. 
Derasnya arus globalisasi, tidak menutup kemungkinan bahwa Microsoft Encarta akan semakin banyak data yang dimuat, semakin akurat dan semakin detil. Bagaimana dengan 10 tahun mendatang? Bisa jadi Peta global Microsoft Encarta atau program yang sejenisnya mampu menampilkan peta dengan skala 1:25.000 atau bahkan lebih detil lagi di seluruh permukaan bumi dengan beragam pengguna.
SRTM (http://www2.jpl.nasa.gov/srtm/) dan ETOPO-2
Data SRTM adalah data elevasi muka tanah (land Topography) yang hampir menyeluruh di permukaan bumi dengan resolusi tinggi 3 detik (≈90m). Data ini diperoleh dari sistem radar yang dipasang pada Pesawat Ruang Angkasa selama 11 hari misinya pada Februari 2000. Sedangkan ETOPO2 adalah basisdata atau model bathimetri dan topografi yang mencakup seluruh permukaan bumi dengan resolusi 2 menit x 2 menit. Data ini dimodelkan dari berbagai sumber baik dari hasil survei lapangan maupun pemodekan dari data satelit altimetri. Data SRTM dan ETOPO-2 dapat digabungkan untuk memperoleh data elevasi baik di darat maupun di laut dengan cukup baik.
Keunggulan Peta Global
Peta/data geospasial global semisal Google Earth, Encarta, SRTM Etopo dan lain-lain merupakan suatu pilihan baru dalam dunia pemetaan. Peta global ini dibandingkan peta konvensinal maupun digital lokal/nasional mempunyai keunggulan sebagai berikut:
1.
Ramah pemakai (User Friendly)

Peta global menyajikan sistem software yang sangat ramah untuk pemakai. Para pengguna yang tidak mempunyai latar belakang tentang pemetaanpun dengan mudah dapat mengoperasikan. Cara penggunaan peta bahkan tidak perlu diintroduksikan secara berlebihan. Misal, untuk mengukur jarak antar dua tempat pengguna tinggal menarik kursor mouse dari satu tempat ke tempat lainnya. Software akan menyajikan data jarak dua tempat yang dimaksud dengan sangat gamblang. Lainnya halnya dalam peta konvensional, untuk keperluan semacam ini pengguna diharuskan mengkonversikan jarak di atas peta ke jarak yang sebenarnya dengan memperhitungkan skala peta dan proyeksi yang dipakai dalam peta tersebut.
2.
Murah

Data ditawarkan dengan sangat murah, atau bahkan “GRATIS”. Kalaupun software dimaksud harus berlisensi, ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau.
3.
Sistem Basisdata/manejemen File

Sistem data yang sangat cepat dan mudah diakses oleh pengguna. Peta Global menyajikan data dalam basisdata/manejemen File yang bisa di download atau dipindahkan ke komputer pengguna.
4.
Cakupan data seluruh dunia

Sudah jelas, bahwasanya peta global mencakup data seluruh dunia. Meskipun demikian tidak menyebabkan akses data itu lambat.
5.
Mudah didapatkan

Melalui internet atau membeli CD-ROM berlisensi, peta global ini dapat diperoleh dengan mudah.
6.
Kualitas hasil yang memadai

Kualitas peta yang ditampilkan cukup memadai untuk berbagai macam publikasi dan keperluan pengguna.



Atlas Nasional Indonesia dan Sumber Daya Geologi

Atlas Nasional Indonesia adalah sebuah web yang berisi tentang sumber informasi mengenai data keruangan dari setiap daerah, di zaman sekarang Atlas tidak hanya berbentuk hard copy atau buku semata tetapi bisa diakses secara online, di dalam Atlas Nasional Indonesia terdapat tiga tema yaitu mengenai Fisik & Lingkungan, Potensi Sumber Daya dan Sejarah, Wilayah, Penduduk dan Budaya. Dan informasi tesebut bisa di dapat di sini


Negara kita adalah negara yang sangat kaya oleh sumber daya alamnya, seperti sumber daya laut, kehutanan, agraris, pertambangan, dsb. Dan jika dilihat dengan mata seharusya negara kita bisa menjadi negara yang kaya raya tetapi dalam kenyataannya tidak demikian, disaat banyak para pejabat yang bepergian dengan mobil mewah dan fasilitas yang lengkap maka disisi lain masih banyak warga negara ini yang dikatagorikan sebagai warga MISKIN, sungguh ironis kawan, negara yang sangat subur, gemah ripah low jinawi tapi rakyatnya banyak yang melarat, nah itu sedikit ulasan tentang negara kita, coba tengok potensi sumber daya alam khususnya hasil tambang seperti :
-Batu Bara
-Emas
-Sumber Air Panas
Semua informasinya bisa di lihat di sini

Ramadhan dan Perbaikan Diri

Bulan Ramadhan… tak lama lagi menjumpai kita… Perasaan gembira dan rindu meliputi jiwa orang-orang yang beriman. Menantikan malam-malam yang khusyu’ dengan lantunan ayat-ayat al-Qur’an dan dzikir kepada ar-Rahman…
Pembaca yang dimuliakan Allah… Sudah menjadi tabiat dan karakter orang-orang yang beriman untuk merasa senang dengan ketaatan dan merasa sedih dengan kemaksiatan. Sebagaimana aqidah yang dipegang teguh oleh Ahlus Sunnah, bahwa iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan, dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.
Keimanan dengan segala cabangnya adalah bagian tak terpisahkan dalam hidup umat Islam. Sebaliknya, kekafiran dengan segala cabangnya adalah perusak dan pengganggu ketentraman hidup mereka. Maka kedatangan bulan Ramadhan di setiap tahun merupakan penyejuk hati dan penentram perasaan. Dengan kesejukan suasana Ramadhan, umat manusia dilatih untuk mengendalikan berbagai keinginan nafsunya. Ia ditundukkan, digembleng dan dibina dalam rangka taat dan mendahulukan kecintaan Rabbnya di atas segala-galanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan merasakan manisnya iman, orang yang ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Nabi.” (HR. Muslim)
Keimanan itulah yang menjadi syiar hidup mereka. Mereka hidup dan mati di atasnya, bergerak dan diam karenanya, ruku’ dan sujud dengannya, harap dan takut karenanya, cinta dan benci pun karenanya. Iman itulah yang menggerakkan persendian hidup mereka. Karena itulah, tatkala noda maksiat dan kotoran dosa merusak hati dan pikiran mereka, mereka pun merasa terganggu dan tidak nyaman dengannya. Mereka sangat menyadari bahwa lunturnya nilai-nilai keimanan merupakan bencana bagi kehidupan mereka, di dunia sebelum nanti di akhirat… wal ‘iyadzu billaah
Jadi tidak heran, jika sahabat Abdullah bin Mas’ud memberikan gambaran dua sikap yang sangat berlainan, antara orang yang menjaga nilai-nilai keimanan dengan orang yang telah terbuai dan terbius dengan racun-racun kekafiran. Beliau berkata, “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah sebuah gunung, dia khawatir kalau gunung itu akan runtuh menimpanya. Adapun orang yang fajir/munafik melihat dosa-dosanya seperti lalat saja, yang mampir di atas hidungnya, lantas dengan ringannya dia halau lalat tersebut -dengan tangannya-.” (HR. Bukhari)
Sehingga momentum Ramadhan dengan ibadah puasanya, adalah kesempatan emas bagi orang yang merasa memiliki dosa di hadapan Tuhannya. Karena apabila dosa-dosa itu tidak diampuni, tentulah ia akan membuahkan penyesalan, kesedihan, dan rasa takut kelak di hari pembalasan… Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah ibadah agung yang dinantikan itu… Seorang mukmin, tak akan melewatkan kesempatan emas ini. Baginya, dunia seisinya tidak ada artinya dibandingkan ampunan dan rahmat Allah ta’ala. Inilah kenikmatan hakiki dan kebahagiaan yang sejati. Karena dengan puasa, seorang hamba akan berjuang untuk menjadi sosok yang bertakwa. Dan dengan ketakwaan itulah, seorang manusia akan menjadi mulia dan dicintai oleh Rabb alam semesta.
Ramadhan ada di hadapan, bekali diri kita dengan ilmu dan iman, tuk menyambut bulan yang agung, bulan yang penuh kebaikan, bulan yang menjadi penghibur hati orang-orang yang beriman. Allahul musta’aan
Penulis: Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

Bolehkah Shalat Tarawih 11 Raka’at Padahal Imam 23 Raka’at?

Pertanyaan:
Jika seseorang shalat tarawih berjama’ah bersama imam yang 23 raka’at, namun orang tersebut hanya shalat 11 raka’at saja. Apakah perbuatan ini sesuai dengan sunnah?
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah menjawab:
Yang sesuai dengan sunnah adalah tetap mengikuti imam meski ia shalat 23 rakaat. Karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من قام مع الإمام حتى ينصرف كتب الله له قيام ليلة
Orang yang shalat tarawih mengikuti imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. At Tirmidzi, no. 734, Ibnu Majah, no. 1317, Ahmad, no. 20450)
dalam lafazh yang lain:
بقية ليلته
Ditulis baginya pahala shalat di sisa malamnya” (HR. Ahmad, no. 20474)
Maka yang paling afdhal bagi seorang ma’mum adalah mengikuti imam sampai imam selesai. Baik ia shalat 11 rakaat maupun 23 rakaat, atau jumlah rakaat yang lain. Inilah yang paling baik.
Selain itu, shalat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan oleh Umar Radhiallahu’anhu dan sahabat yang lain. Ini bukanlah keburukan, bukan pula kebid’ahan. Bahkan shalat tarawih 23 rakaat adalah sunnah Khulafa Ar Rasyidin. Hal ini memiliki dalil dari hadits Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
صلاة الليل مثنى مثنى فإذا خشي أحدكم الصبح صلى واحدة توتر له ما قد صلى
Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika engkau khawatir akan datanya fajar maka shalatlah 1 rakaat agar jumlah rakaatnya ganjil” (Muttafaqun ‘ilaihi)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak membatasi rakaat shalat malam dengan batasan jumlah tertentu, namun yang beliau katakan:
صلاة الليل مثنى مثنى
Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat
Namun memang lebih afdhal jika imam mengerjakan shalat tarawih sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Karena inilah yang paling sering dipraktekan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada shalat malamnya. Alasan lain, karena shalat tarawih 11 atau 13 rakaat lebih sesuai dengan kondisi kebanyakan orang (tidak terlalu berat, pent) di bulan Ramadhan ataupun di luar bulan Ramadhan. Namun bila ada yang melakukannya lebih dari itu, atau kurang dari itu, tidak masalah. Karena perkara rakaat tarawih adalah perkara yang longgar.

Shalat Tarawih bagi Wanita

Manakah yang lebih baik bagi wanita, shalat tarawih di masjid ataukah di rumah?

Terlebih dahulu kita lihat bersama penjelasan para ulama mengenai shalat tarawih bagi wanita.
Fatwa Komisi Tetap dalam Riset Ilmiyyah dan Fatwa di Saudi Arabia

Soal: Apakah boleh bagi seseorang melaksanakan shalat tarawih sendirian jika dia luput dari shalat berjama’ah? Dan apakah shalat tarawih untuk wanita lebih baik di rumah ataukah di masjid?

Jawab: Disyariatkan untuk laki-laki –apabila luput dari shalat jama’ah tarawih-, maka dia menunaikannya sendirian. Adapun shalat tarawih untuk wanita lebih baik dilakukan di rumah daripada di masjid. Wa billahi taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallam.
Yang menandatangani fatwa ini: Abdullah bin Qo’ud dan Abdullah bin Ghudayan sebagai anggota, ‘Abdur Rozaq ‘Afifi sebagai Wakil Ketua, dan ‘Abdul Aziz bin Baz sebagai Ketua. [1]

Penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy
Jika menimbulkan godaan ketika keluar rumah (ketika melaksanakan shalat tarawih), maka shalat di rumah lebih utama  bagi wanita daripada di masjid. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As Saa’idiy. Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ … وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى
”Aku telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat bersamaku. …  Shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” [2]
Namun jika wanita tersebut merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih tersebut di rumah atau malah malas-malasan, juga jika dia pergi ke masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (seperti dapat mendengarkan nasehat-nasehat agama atau pelajaran dari orang yang berilmu atau dapat pula bertemu dengan wanita-wanita muslimah yang sholihah atau di masjid para wanita yang saling bersua bisa saling mengingatkan untuk banyak mendekatkan diri pada Allah, atau dapat menyimak Al Qur’an dari seorang qori’ yang bagus bacaannya), maka dalam kondisi seperti ini, wanita boleh saja keluar rumah menuju masjid. Hal ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan menggunakan hijab yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami. Apabila wanita berkeinginan menunaikan shalat jama’ah di masjid (setelah memperhatikan syarat-syarat tadi), hendaklah suami tidak melarangnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمُ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ
Janganlah kalian melarang istri-istri kalian untuk ke masjid, namun shalat di rumah mereka (para wanita) tentu lebih baik.” [3]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” [4]. Inilah penjelasan Syaikh Musthofa Al Adawi hafizhohullah yang penulis sarikan. [5]
Menarik Pelajaran
Dari penjelasan para ulama di atas dapat kita simpulkan bahwa shalat tarawih untuk wanita lebih baik adalah di rumahnya apalagi jika dapat menimbulkan fitnah atau godaan. Lihatlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih mengatakan bahwa shalat bagi wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjidnya yaitu Masjid Nabawi. Padahal kita telah mengetahui bahwa pahala yang diperoleh akan berlipat-lipat apabila seseorang melaksanakan shalat di masjid beliau yaitu Masjid Nabawi.
Namun apabila pergi ke masjid tidak menimbulkan fitnah (godaan) dan sudah berhijab dengan sempurna, juga di masjid bisa dapat faedah lain selain shalat seperti dapat mendengar nasehat-nasehat dari orang yang berilmu, maka shalat tarawih di masjid diperbolehkan dengan memperhatikan syarat-syarat ketika keluar rumah. Di antara syarat-syarat tersebut adalah:

Pertama, menggunakan hijab dengan sempurna ketika keluar rumah sebagaimana perintah Allah agar wanita memakai jilbab dan menutupi seluruh tubuhnya selain wajah dan telapak tangan.

Kedua, minta izin kepada suami atau mahrom terlebih dahulu dan hendaklah suami atau mahrom tidak melarangnya.
Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ
Jika istri kalian meminta izin pada kalian untuk ke masjid, maka izinkanlah mereka.” (HR. Muslim). An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Keluarnya wanita ke masjid, jika tidak menimbulkan fitnah dan selama tidak menggunakan harum-haruman.”

Ketiga, tidak menggunakan harum-haruman dan perhiasan yang dapat menimbulkan godaan.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلاَ تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الآخِرَةَ
Wanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kami.” (HR. Muslim)
Zainab -istri ‘Abdullah- mengatakan bahwa Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada para wanita,
إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلاَ تَمَسَّ طِيبًا
Jika salah seorang di antara kalian ingin mendatangi masjid, maka janganlah memakai harum-haruman.” (HR. Muslim)

Keempat, jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur yang terlarang antara pria dan wanita) ketika masuk dan keluar dari masjid.
Dalilnya adalah hadits dari Ummu Salamah:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salam dan ketika itu para wanita pun berdiri. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tetap berada di tempatnya beberapa saat sebelum dia berdiri. Kami menilai –wallahu a’lam- bahwa hal ini dilakukan agar wanita terlebih dahulu meninggalkan masjid supaya tidak berpapasan dengan kaum pria.” (HR. Bukhari)
Demikian penjelasan kami mengenai shalat tarawih bagi wanita. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.
***
Selesai disusun 8 Ramadhan 1430 H di Panggang, Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Berkah dalam Makan Sahur

Pembaca sekalian, makan sahur merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang yang akan berpuasa. Tidak hanya dalam puasa Ramadhan yang wajib saja, melainkan juga dalam puasa sunnah. Keutamaan yang luar biasa dari makan sahur dapat kita cermati dalam pembahasan berikut ini.
Perlu diketahui sebelumnya bahwa yang dimaksud dengan sahuur (السَحُور), secara bahasa Arab berarti makanan yang disantap sebelum berpuasa. Adapun suhuur (سُحُور), adalah perbuatan menyantap makanan sahur. Penyebutan dan penggunaan kedua istilah ini kerap terbalik dalam bahasa Indonesia.
Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan tentang keutamaan makanan sahur, diantaranya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makanan sahur terdapat barakah” (Muttafaqun ‘alaih)
Barakah maknanya ialah kebaikan yang tetap dan banyak. Barakah dalam hadits ini, mencakup baik makanan sahur (as sahuur), maupun perbuatan sahur itu sendiri (suhuur). Akan tetapi riwayat hadits yang lebih banyak digunakan ialah as sahuur, makanan sahur.
Keutamaan Makanan Sahur
Barakah dalam makanan sahur, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah, mencakup kebaikan dalam perkara ukhrawiyah, berupa menegakkan sunnah Nabi yang dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya, maupun kebaikan duniawi seperti kuatnya badan orang yang makan sahur dan berpuasa, dibandingkan dengan yang tidak makan sahur.
Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang berbagai kebaikan dalam makanan sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut.
  • Mengerjakan dan meneladani sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam
  • Menyelisihi ahli Kitab, berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim)
  • Menguatkan badan orang yang berpuasa dalam melaksanakan ibadah
  • Menambah kekuatan agar semakin rajin beribadah
  • Menolak buruknya akhlaq yang dapat timbul akibat rasa lapar
  • Dapat menjadi sebab untuk bershadaqah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan berjamaah (yang hal tersebut juga merupakan sunnah Nabi –pent)
  • Menjadi sebab dzikir dan doa pada waktu terkabulkannya doa, waktu sahur juga dapat dimanfaatkan untuk menambah sholat malam
  • Waktu sahur dapat digunakan untuk berniat puasa, terutama bagi mereka yang sering lalai dan tidak berniat sebelum tidurnya
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya rajin beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang benar dari makan sahur. Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika turun Ar Rahmah, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Seorang yang bangun sahur dapat berwudhu kemudian shalat malam, kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan shalat malam, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar.”
Demikian pula, Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur. Dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Makanan sahur adalah makanan yang barakah maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun seorang dari kalian hanya sahur dengan meneguk air, karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”. (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/44, 12 berkata Al Mundziri dalam At Targhib wa At Tarhib 2/139 : riwayat Ahmad dan sanadnya kuat, dan berkata Al Haitsami dalam Al Majmu’ 3/150 : riwayat Ahmad dan didalamnya terdapat Rifa’ah, aku tidak mendapati keterangan tentang tsiqahnya maupun kritikan atasnya, adapun rijal lainnya shahih)
Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya (5/194) juga meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Makan Sahur
Diutamakan mengakhirkan makan sahur di akhir waktunya, selama tidak khawatir akan terbitnya fajar. Berdasarkan hadits yang marfu’ dari Abu Dzar, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka” (HR. Ahmad, sanadnya dha’if). Sedangkan dari hadits Anas bin Malik, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kami berdiri untuk mengerjakan shalat.” Anas berkata, “Aku berkata kepada Zaid, ‘Berapa rentang waktu antara adzan dan sahur?’ Zaid menjawab, ‘Kira-kira 50 ayat’” (Muttafaqun ‘alaih)
Sebagian orang justru begadang dari awal hingga tengah malam, lalu meninggalkan makan sahur. Perbuatan ini jelas-jelas menyelisihi sunnah, karena makan sahur sangat ditekankan dan dianjurkan, walau dengan makanan atau minuman yang sedikit.
Diantara makanan yang baik untuk sahur ialah kurma, berdasarkan sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Makanan sahur yang paling nikmat bagi seorang mukmin, adalah kurma” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)
Sebagian orang mengira bahwa ketika sahur wajib baginya untuk berhenti, atau minimal mengira bahwa dianjurkan baginya berhenti, sebelum waktu fajar tiba. Anggapan ini tidak ada dalilnya. Bahkan mereka diperintahkan untuk tetap makan dan minum hingga terbit fajar.
  وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” [QS. Al-Baqarah : 187]
Sehingga dalam ayat ini jelaslah bagi kita, bahwa akhir waktu bagi makan dan minum adalah terbitnya fajar.
Demikianlah apa yang bisa kami sampaikan mengenai keutamaan makanan sahur. Wa shallallaahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.
Rujukan :
“Barakah As Sahuur” http://haddady.com/ra_page_views.php?id=315&page=19&main=7
“Min Barakah As Sahuur” http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=62900
Penulis: Yhouga Pratama
Artikel www.muslim.or.id

Pureit